Akhirnya Tersangka Kasus Penganiayaan Di Desa Tenga, Menyerahkan Diri Pada Pihak Kepolisian.
Manado – Masih merebaknya berita-berita hoax serta ujaran kebencian yang berbau fitnah, mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Bahkan di masa Pandemi Covid-19, masih banyak juga berita hoax berjalan, khususnya di media sosial (Medsos).
Jika hal ini dibiarkan dan sengaja diciptakan, akan memperlebar jurang perbedaan di antara anak bangsa yang berdampak pada pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Penegakan hukum agar bisa memberantas pelaku-pelaku hoax yang meresahkan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara” tegas Deky Pesik Ketua Satu Maesa'an Waya Maleo Lovers Sulut. Kamis 18 Maret 2021.
Deky juga menyerukan kiranya masyarakat untuk tetap bersatu dalam melawan berita bohong, ujaran kebencian serta intimidasi sebagai upaya teror menakut-nakuti masyarakat.
“Masyarakat harus tetap bersatu. Jangan mudah percaya dengan berita bohong dan fitnah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut dan khawatir karena aparat Kepolisian sebagai penegak hukum dan ketertiban telah menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.
Olehnya, ketika membaca atau menerima sebuah informasi sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu, sebelum menyebarkan suatu kabar atau berita.
“Kita wajib cek dan ricek terlebih dahulu untuk mencari kebenaran berita sekaligus narasumbernya. Bila kita tidak yakin bahwa itu valid atau benar, jangan disebar.
Kita itu satu, Bhineka Tunggal Ika harus kita pahami benar-benar. Jangan mau terhasut dengan berita bohong yang tidak bertanggung jawab yang bisa memecah belah sesama anak bangsa,” Ucap Lerry Sondakh Anggota Maesa'an Waya Maleo Lovers Sulut.
Sebagai dukungan kepada pemerintah dalam penanganan Covid-19, Valen Masengi Sekertaris Satu Maesa'an Waya Maleo Lovers Sulut. mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan (prokes) di tengah situasi Pandemi Covid-19, meski saat ini tengah berjalan proses vaksinasi.
“Jangan lupa juga, mari terus mengingatkan kepada setiap sahabat, kenalan, dan keluarga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”katanya.
Perkumpulan MAESA'AN WAYA MALEO LOVERS SULUT adalah wadah yang terbentuk sendirinya melalui gabungan warga masyarakat Sulut merasa terpanggil peduli Kamtibmas. Kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulut dengan Tujuan untuk menjadi mitra kepolisian dalam hal memberikan Informasi kriminal di seputaran lingkungan masyarakat ( Mata Telinga Aparat Penegak Hukum).Serta giat mengembangkan Program Kemanusiaan membantu Masyarakat yang layak dan Lingkungan yang membutuhkan tangan kasih dalam bentuk BANSOS dan BAKSOS.
Perkumpulan Maesa'an Waya Maleo Lovers Sulut ini beranggotakan dari berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara yang tersebar di 15 kabupaten atau kota mulai dari jurnalis,pengusaha, tokoh Pemuda, ASN, masyarakat biasa, bahkan preman insyaf
Lawan penyebaran HOAX dan Ujaran Kebencian.
Comments
Post a Comment